KONFLIK   PRESIDEN JOKOWI-KPK-POLRI

H.RM Priyo Handoko SS,Dosen Program Doktor Ilmu Hukum/Fak Hukum dan Syariah UIN Surabaya, Ketua LBH GP Ansor Jatim, Dewan Pembina Silat NU Pagar Nusa

Dampak dari pencalonan tunggal Budi Gunawan sebagai Kapolri yang sudah disetujui Komisi III DPR-RI dimana menjelang uji kelayakan dan kepatutan, Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka olah KPK, sampai saat ini masih terasa panas. Hal ini disebabkan masing masing pihak diperlakukan secara kurang adil oleh pihak lain. Baik itu pada Presiden Jokowi, pihak KPK dan pihak Polri cq Budi Gunawan. Masing masing pihak telah merasa diperlakukan tidak pada tempatnya dan mereka sama sama membela diri masing masing.

Terlebih lagi kemarin siang ada jumpa pers oleh Plt  Sekreataris Jenderal PDIP yang menyatakan bahwa sebelum Pilpres Ketua KPK Abraham Samad telah melobi beberapa kali kepada pihak PDIP yang intinya Ketua KPK Abraham Samad ingin dicalonkan menjadi wakil Presiden. Yang pada finalnya calon Wakil  Presiden ditentukan Jusuf Kalla untuk mendampingi Jokowi.

Pada hari yang sama kemarin pihak KPK yang diwakili Johan Budi jumpa pers membantah tudingan Plt Sekretaris Jenderal PDIP tersebut, bahwa apa yang dikatakan oleh Plt Sekretaris Jenderal PDIP tidak benat Fakta demikian ini menambah suhu politik di tanah air meningkat Padahal rakyat tidak semuanya senang melihat perseteruan antara Presiden Jokowi, KPK, Polri  dan yang terakhir kemarin pihak PDIP masuk dalam ranah konflik.

Terlepas apa muatan konfik tersebut dan terlepas siapa yang benar dan  siapa yang salah menurut hemat saya konflik yang terjadi pada lembaga-lembaga Negara saat ini sangat merugikan  rakyat. Seharusnya masing masing lembaga Negara bekerja serius sesuai Tupoksinya masing masing. Energi sepenuhnya digunakan untuk mengurus kepentingan rakyat. Tugas terpenting penyelenggara Negara adalah untuk memberantas kemiskinan dan kebodohan.

Dalam konflik tersebut saya tidak punya kepentingan apapun dan pihak manapun. Saya hanya ingin lembaga lembaga Negara bekerja sesuai tupoksinya untuk mewujutkan kesejahteraan masyarakat. Saya tidak punya kepentingan terhadap kelompok Jokowi JK walaupun pada saat Pilpres saya salah satu relawan lewat NU untuk memenangkan Jokowi JK. Saat itu saya sempat ditegor oleh Inspektorat Jenderal Kementerian bahwa PNS dilarang ikut ikutan dalam pemilu. Untung yang memimpin Kementerian tempat saya bernaung dan mengabdi adalah salah satu Kader terbaik dari Organisasi saya. Dan fakta Wapres serta 8 orang kader dari organisasi ini telah menduduki kursi Menteri.

Namun walaupun demikian saya tidak ada kepentingan dalam lingkaran kekuasaan saat ini karena saya sebagai PNS biasa dan tidak tertarik untuk jabatan apapun karena saya merasa tidak mempunyai keberanian dan tidak mempunyai kemampuan memegang jabatan. Sehingga apa yang saya utarakan dalam tulisan ini murni keinginan pribadi sebagai warga Negara yang menginginkan pembangunan berjalan lancar.

About admin

Saya Priyo handoko dengan aktifitas rutin sebagai Dosen di UIN Surabaya. Beberapa bisnis yang saya jalani saat ini diantaranya adalah Sarang Burung Walet, Kelapa Sawit, Perikanan dan beberapa lagi lainnya.
This entry was posted in Artikel and tagged . Bookmark the permalink.

Comments are closed.