AKSI DAMAI 212

Apabila tidak ada perubahan besuk tanggal 2 Desember 2012 akan ada demo di Jakarta dengan tema “mengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia” tekait dengan penistaan Agama oleh Ahok. Pada saat ini Ahok sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh mabes polri terkait ucapan Ahok tentang Almaidah 51. Ada atau tidaknya dengan agenda Pilkada DKI tahun depan  penetapan Ahok  sebagai tersangka penistaan Agama hal ini tidak mudah untuk dijawab.

Bagi  masyarakat  yang pro Ahok bahwa penetapan dia sebagai tersdangka adalah manuver lawan Ahok untuk menjatuhkannya dalam kontestasi Pilkada DKI 2017. Sebaliknya bagi pihak lainnya penetapan ahok sebagai tersangka hal ini merupakan konsekwensi terhadap ucapan Ahok di Jakarta Utara. Benar atau tidaknya pendapat masyarakat baik yang pro atau yang kontra akan diuji nanti oleh sidang peradilan terhadap diri Ahok. Dalam pembuktian di persidangan orang yang bersalah akan terlihat bersalah dan orang yang benar akan terlihat benar dengan putusan hakim.

Status tersangka terhadap diri seseorang bukan berarti orang tersebut dapat dikatan bersalah. Dalam pandangan hukum, orang yang disangka terhadap kasus tertentu tidak boleh dikatakan telah bersalah. Asas presumption of innocent mengatakan bahwa seseorang tidak dapat dikatakan bersalah sampai dengan dirinya dijatuhi putusan/hukuman dan putusan tersebut sudah in craht. Proses perkara terhadap Ahok masih sangat panjang. Saat ini masih penyidikan di Kepolisian. Setelah penyidikan di Kepolisian baru dilimpahkan pada Kejaksaan. Kemudian Kejaksaan melimpahkan ke Pengadilan untuk pemeriksaan perkara.

Terdapat kabar ( kebenarannya belum dapat dipastikan) bahwa Aksi Damai 212 besuk itu adalah upaya masyarakat agar Ahok dengan status tersangka untuk dimasukkan dalam tahanan Kepolisian. Dalam hukum acara pidana seseorang dimasukkan atau tidak dimasukkan dalam tahanan adalah kewenangan penyidik. Jika penyidik berpendapat tersangka harus ditahan maka ditahanlah orang tersebut. Sebaliknya jika penyidik berpendapat tersangka tidak perlu ditahan maka tersangka tidak ditahan.

Dalam praktek hukum acara pidana (juga dalam KUHAP) bahwa seseorang tersangka  ditahan apabila penyidik berpendapat tersengka akan mengulangi perbuatannya, tersangka tidak kooperatif dalam pemeriksaan, dan tersangka merusak atau menghilangkan barang bukti. Untuk kasus Ahok kita harus menunggu dan menghormati kinerja dari penyidik.

Khusus bagi yang akan ikut kegiatan demo 212 besuk hal itu adalah hak konstitusional bagi mereka. Dan sebaliknya bagi yang tidak ikut demo 212 itu juga merupakan hak konstitusional mereka yang tidak ikut demo. Pada prinsipnya yang ikut demo menghormati yang tidak ikut demo, demikian juga yang tidak ikut demo harus menghormati yang ikut demo. Saling menghormati hak konstitusional diantara warga negara adalah perbuatan yang sangat mulia.

Saya sebagai anggota masyarakat berharap penegak hukum menjalankan tugasnya dengan baik tidak memihak Ahok juga tidak memihak yang anti Ahok. Penyidik bekerjalah yang profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan sehingga hasil kerja penyidik terhadap kasus Ahok mencerminkan RASA KEADILAN.

 

About admin

Saya Priyo handoko dengan aktifitas rutin sebagai Dosen di UIN Surabaya. Beberapa bisnis yang saya jalani saat ini diantaranya adalah Sarang Burung Walet, Kelapa Sawit, Perikanan dan beberapa lagi lainnya.
This entry was posted in Artikel and tagged . Bookmark the permalink.

Comments are closed.